SAMBUNG PUCUK ANGGUR ALA PETANI MOJOAGUNG
SAMBUNG PUCUK ANGGUR ALA PETANI MOJOAGUNG
Siapa yang tidak suka buah anggur? Tanaman buah perdu yang merambat ini, selain manis juga memiliki banyak varian warna seperti merah, ungu, kuning, hijau dan hitam. Buah ini banyak mengandung senyawa yang berperan aktif dalam proses metabolisme tubuh dan mampu mencegah berkembangnya sel kanker. Buah anggur dikonsumsi sebagai jus anggur, minuman anggur, jelly, kismis atau dimakan langsung sebagai buah segar.
Kandungan resvetarol dan polifenol bermanfaat untuk melancarkan metabolisme tubuh dan aliran darah sehingga mengurangi risiko serangan jantung. Kandungan senyawa antioksidan berguna untuk menangkal dari radikal bebas. Kandungan senyawa flavonoid menurunkan trigliserida dan meningkatkan produksi lemak baik dalam darah. Sebagian besar pasokan anggur merupakan impor dari berbagai negara, seperti China, Australia, Amerika Serikat, Uni Eropa, Chili dan berbagai negara lainnya. Buah yang dijual di pasaran tergolong cukup mahal, rata-rata Rp. 40.000,- s/d Rp. 95.000,- tergantung variannya. Buah anggur impor selain mahal juga mengandung pengawet berbahaya seperti formalin, fungisida berbahaya dan insektisida. Oleh karena itu tanaman anggur memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Hamim, petani Desa Mojoagung Kecamatan Karangrayung, salah satu petani yang mencoba menangkap peluang tersebut di atas dengan mengembangkan tanaman anggur di pekarangannya. Menurutnya, peluang pengembangan tanaman anggur cukup besar lantaran penyediaan bibitnya yang sangat terbatas di pasaran. Jika pun ada biasanya kualitasnya kurang baik dan kuantitas bibitnya kurang memenuhi kebutuhan pasar. Perkembangbiakan tanaman anggur yang cukup tren adalah dengan stek sambung. Tanaman anggur yang dikembangbiakkan sebagai batang bawah adalah varian Red Master, Isabella dan Yellow Belgi. Sebelum melakukan stek tanaman anggur, perlu diketahui iklim yang sesuai untuk menanam anggur.
Berikut adalah syarat tumbuh yang sesuai untuk budidaya anggur:
- Anggur merupakan tanaman yang biasa hidup pada daerah dataran rendah.
- Tanaman berbuah manis justru membutuhkan kondisi kemarau yang cukup panjang mulai dari 4-7 bulan, agar bisa tumbuh dengan sempurna.
- Curah hujan yang dibutuhkan tanaman anggur ini hanya 800 mm tiap tahunnya. Selain itu, tanaman anggur membutuhkan intensitas cahaya matahari yang cukup besar.
- Temperatur yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mulai dari 23o hingga 31o C. Tingkat kelembaban udara berkisar antara 75-80%.
Syarat media tanam yang baik diantaranya yaitu:
- Tanah yang digunakan untuk dijadikan media tanam umumnya tanah yang berlempung dan berpasir dengan komposisi sesuai agar tanaman anggur tidak mengalami transpirasi berlebih atau hilangnya jumlah air yang berlebihan dalam bentuk uap air. Selain kondisi air, tanah yang digunakan sebagai media pertumbuhan harus subur dan permukaannya gembur agar mendapat pasokan udara dan nutrisi yang baik.
- Media tanah yang baik memiliki derajat keasaman (pH) yang netral yaitu 7.
- Untuk melakukan stek anggur, perhatikan beberapa ketentuan atau spesifikasi batang yang bagus.
- Pilih batang dengan diameter minimal menyamai diameter bolpen dan semakin besar semakin bagus; berkayu dan berwarna coklat.
- Potong batang minimal sepanjang 20 cm, semakin panjang semakin bagus. Potong miring bagian atas batang 1 atau 2 cm dari mata tunas. Potong datar (melintang) bagian bawah batang tepat di mata tunas.
- Cari botol plastik bekas lalu belah, kemudian masukkan air setinggi 2-3 centimeter. Usahakan menggunakan air sumur, hindari menggunakan air PAM atau ledeng karena dapat membuat bibit tanaman mati. Selanjutnya, simpan 1-4 minggu hingga muncul tunas.
- Jangan lupa, agar selalu mengganti air tiap 2-3 hari sekali untuk membersihkan jamur dan bakteri yang mungkin berkembang di dalam air. Jamur dan bakteri ini berpotensi menyebabkan pembusukan akar.Jika batang stek sudah tumbuh, lakukan penanaman, caranya yaitu:
- Tancapkan stek yang sudah bertunas dan berakar ke tanah.
- Letakkan bibit di tempat yang terpapar matahari pagi agar pertumbuhan cepat.
- Kemudian padatkan tanahnya agar stek bisa berdiri kokoh. Lakukan penyiraman pada tanaman hingga basah.
- Penyiraman dilakukan tiap 2-3 hari sekali.
- Untuk mendapatkan jenis buah anggur yang disukai konsumen, bibit yang merupakan batang bawah, yang relatif kuat perakarannya, disambung dengan batang atas yang berbuah baik.Sistem penyambungan ini dikenal dengan nama grafting, yaitu menggabungkan dua bagian tanaman yang masih hidup sedemikian rupa sehingga keduanya dapat bergabung menjadi satu tanaman yang utuh yang memiliki sifat kombinasi antara dua organ atau jaringan yang digabungkan tersebut. Dua bagian tanaman yang disatukan pada umumnya adalah batang bawah dan batang atas. Bagian batang bawah yang memiliki perakaran dan menerima sambungan disebut dengan rootstock, understock, ataupun stock. Bagian atas yang digunakan untuk menyambung disebut dengan scion. Scion dapat berupa potongan batang atas/entres (cutting) atau juga dapat berupa mata tunas tanaman. Jika scion yang digunakan adalah cutting, maka disebut dengan grafting. Namun jika scion yang digunakan adalah mata tunas, maka disebut dengan penempelan, budding, atau okulasi.Berikut ini tahapan pembibitan anggur dengan cara sambung pucuk/grafting: Dalam pembuatan bibit anggur melalui grafting ada dua bagian penting yang harus siap dalam waktu bersamaan, bagian yang pertama adalah batang bawah yang bertanggungjawab dalam sistem perakaran dan yang kedua adalah batang atas yang didapatkan dari pohon induk untuk kemudian disambungkan ke batang bawah. Pisau okulasi, cutter, silet, atau pisau apa saja asalkan tajam dan steril. Plastik PE 02 atau plastik es lilin untuk mengikat sambungan. Batang bawah dan batang atas. Batang bawah yang digunakan untuk grafting adalah bibit tanaman anggur yang berasal dari stek batang tanaman anggur lokal atau anggur impor yang terbukti perakarannya bagus yang ditanam dalam polibag. Usahakan diameter batangnya kurang lebih sama dengan batang atas. Pilihlah bibit yang sehat, pertumbuhannya bagus dan kokoh. Tanaman anggur induk yang akan diambil batang atasnya harus berasal dari varietas unggul, produktif, sehat serta terbebas dari serangan hama dan penyakit. Ambil entres dari pohon induk berupa cabang yang ujungnya tidak sedang tumbuh (tidak terdapat daun muda/cabang dorman) dan sudah mulai muncul mata tunas yang nantinya akan menjadi tunas baru. Potong entres dari pohon induk. Pangkas semua daunnya untuk mencegah penguapan yang tinggi. Pada saat pemangkasan daun lakukanlah dengan hati-hati agar tidak mengenai mata tunas, karena mata tunas berada pada ketiak daun. Tahap- tahap stek sambung tanaman anggur ala Hamim adalah: Potong batang bawah kurang lebih 20 cm dari permukaan tanah. Batang bagian bawah dibelah sekitar 2-2,5 cm dengan menggunakan pisau, cutter atau silet tepat di tengah sehingga kedua sisinya sama. Entres yang sudah siap untuk disambungkan kemudian disayat kanan kirinya agar membentuk lancip seperti baji, panjang entres kira-kira 10 cm paling tidak memiliki satu mata tunas. Sisipkan pada belahan batang bawah, upayakan ukuran batang atas dan bawah kurang lebih sama, usahakan sambungan serapat mungkin dan tidak terdapat rongga. Kemudian ikat sambungan, jika menggunakan plastik es untuk mengikat maka ditarik terlebih dahulu agar memanjang kemudian dibelah menggunakan cutter/pisau. Ikat sambungan menggunakan plastik PE atau plastik es tersebut, dengan cara melilitnya yang dimulai dari bagian bawah ke atas dengan sistem pemasangan genting hingga seluruh bagian sambungan dan seluruh batang entres tertutup rapat. Jika batang bawah ditanam dalam polibag maka letakkanlah di area yang terkena sinar matahari tetapi tidak secara langsung, baik itu di bawah naungan pohon atau paranet akan tetapi jangan diletakkan di dalam rumah. Setelah 7-10 hari biasanya entres sudah muncul tunas. Stek sambung tanaman anggur menjadi salah satu cara untuk perbanyakan bibit tanaman dengan cepat dan efektif. Stek sambung dapat membantu memenuhi kebutuhan bibit.
Selamat mencoba.